Laksana Dendam, Rindu Harus Terbalaskan

Judul tulisan adalah kebalikan dari judul buku yang pernah diposting oleh Kak Arniyati Saleh, seorang teman Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) yang jago merangkai kalimat puitis. Teringat bukunya karena saya sedang ingin memecahkan tabungan rindu saya pada IIDN, setelah setahun tak bersua. Ternyata membalas kerinduan tak semudah rencana. Meski sudah mengagendakannya jauh-jauh hari dengan menyiapkan diri tuk Hari Ibu 22 Desember 2018, sebagai hari ber-IIDN, tapi Allah menentukan lain.

Demi Rindu

Hujan bukan halangan, melainkan nikmat Allah. Mungkin DIA merencanakan Kopdar Akhir Tahun IIDN MAksssar dalam kondisi yang sejuk dan romantis. -baca selanjutnya

Advertisements

Nostalgia ke Blog Lama di Kelas Nulis Blog Relawan

Postingan Pertama di Blog Lama

Baru ingat jika pernah punya blog sebelum blog yang sekarang. Kejutan bagi saya di Kelas Nulis Blog Relawan yang diselenggarakan di tanggal 1 Desember 2017 ini, saat blog lama saya temukan kembali. Isi postingannya cuma lima tulisan dan semuanya di tahun 2007.

Kelimanya tentang kegiatan dan tim program saya, saat masih bergabung di Care International Indonesia. Bisa dibilang bahwa blog ini hanya menjadi blog galeri foto saja. Padahal fotonya pun tak menunjukkan sebuah karya fotografi yang berkualitas. Hanya foto biasa yang lebih sebagai dokumentasi kegiatan saja.

Senang rasanya bisa menemukan blog lama. Akhirnya bisa lihat kembali foto saat masih kurus dulu. Ciaaaaat. Suatu kebetulan juga, Sabtu besok berencana hadir di acara Reuni 50 tahun CARE Indonesia. Linknya mau kubagi besok, ah.  More

DIY Gantungan Kunci Dari Kain Perca

Belakangan ini saya menggeluti hobby baru yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Dikenal sebagai sosok tomboy, berlatar belakang teknik sipil, banyak bekerja di lapangan dan tak pernah bisa menjahit sejak dulu, membuat beberapa teman dan keluarga merasa tak percaya akan karya kerajinan saya.

“Ini bikin sendiri?”

“Buat sendiri? Betulan?” -baca selanjutnya

Sarjana Komunitas

Foto: Kak Ifa

Ini hanyalah gelar candaan dari teman-teman di group line Gowa Menyala, sebuah gerakan dampingan literasi untuk anak sekolah dasar di Gowa. Ini gerakan yah, bukan komunitas, lho. Saat sedang mempersiapkan kegiatan, beberapa teman silih berganti menyebut nama Accul, yang jarang muncul di group, padahal sedang dibutuhkan kehadirannya. Teman-teman bisa memahami kesibukan Accul, yang saat ini sedang melanjutkan kuliah S2-nya. Apalagi beberapa teman yang aktif berisik di group, juga sedang dalam tahap penyusunan skripsi dan ujian akhir.

Seharian menunggu, muncullah Yani di group line dengan istilah barunya, Sarjana Komunitas. Jadi ceritanya begini, -baca selanjutnya

Film Kartini: Berjuang dengan Tulisan dan Bakti

Film Kartini (sumber: liputan 6.com)

“Pikiran lebih perkasa dibandingkan tubuh. Dia mampu membongkar penjara yang menjerat tubuh hingga jadi serpihan pasir” – KARTINI

Kerap membaca status di media sosial, mengapa ada Hari Kartini? Mengapa Kartini lebih dikenal dari pada Cut Nyak Dien? Mengapa hari kelahirannya diabadikan sebagai hari nasional?.

Jika kumpulan surat kartini tak mampu menjawabnya, maka saya sarankan untuk menonton Film Kartini, yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Sosok cerdas dan wajah sendu Dian Satro mampu menghadirkan sosok Kartini dengan sangat baik. -baca selanjutnya

Hujan dan Baju Tak Berlengan

Hujan dan Dresscode Merah Putih Nunu

Hujan dan Dresscode Merah Putih Nunu

Ini gara-gara Nunu. Saat rehat untuk sholat ashar, Ancu Lebug melempar tawa kecilnya ke Nunu, yang datang paling belakang di kelas nulis blog relawan.
“Dresscode-nya merah putih, di’?”Lebug melempar tanya

Nunu hanya bisa menjawab dengan tawa lebar. Anak satu ini, -baca selanjutnya

Social Media versus Market Place

Karena terlalu sering mengantarkan paket kiriman ke rumah, kurir dari salah satu perusahaan jasa pengiriman itu bercanda ke saya.

“Kenapa malas sekali ke toko? Semuanya barang dibeli online kah?”

Saya hanya tersenyum saat mendapat pertanyaan itu. Bisakah bapak itu membayangkan, berapa uang yang harus saya keluarkan untuk berkunjung ke Jogya, hanya untuk membeli handle tas atau kain batik tulis, yang semuanya tidak tersedia di Makassar?.

Bagi saya, belanja online itu, semacam mendekatkan toko yang jauh -baca selanjutnya

Previous Older Entries