1 hal yang menakjubkan dari Mall Ratu Indah (MaRI) Makassar

Hobby shopping atau nongkrong, atau sekedar jalan-jalan di mall?. Pernahkah melihat satu hal yang berbeda di Mall Ratu Indah (MaRI) baru-baru ini ?. Di Makassar, jumlah mall atau pusat perbelanjaan yang besar masih bisa dihitung jari. Jika kamu tinggal di kota ini, tentunya nyaris sudah pernah mengunjungi semuanya.

Ada tiga tempat favorit saya. Mall Panakukang (MP), Mall Ratu Indah (MaRI) dan Makassar Trade Centre Karebosi (MTC). Yang paling sering saya kunjungi adalah MP, karena letaknya yang paling dekat dari rumah saya di Kabupaten Gowa. Cuma 40 menit. Selain itu, MP sering saya lalui jika dari Makassar mau balik ke rumah di Gowa.  Untuk nonton, makan, belanja dapur bulanan dan beli baju, MP-lah tempat yang paling pas buat saya.

Jika ingin membeli segala sesuatu yang berhubungan dengan komputer atau handphone, atau sekedar lihat-lihat (ssst, istilahnya operasi pasar), maka orang-orang Makassar bisa ditebak bahwa saya akan memilih MTC. Bakso goreng di sana, enak lho. Eits, bakso goreng kan bukan sesuatu yang berhubungan dengan komputer. Hehehe.

Penat dengan rutinitas, mau ngobrol santai, makan, sambil dengar live music? Pilihan saya pastinya ke MaRI.  Baik MP maupun MTC, dua-duanya tidak menyediakan fasilitas live music. Tapi….jangan salah lho, bukan ini yang menakjubkan dari MaRI.

Kemarin siang, saya makan siang di MaRI. Selepas itu, seperti biasanya, saya harus menunaikan kewajiban sebagai hamba Allah. Sholat. Tentunya saya sudah hapal di mana musholla, tapi rupanya sesampai di sana, jalan masuk sudah tertutup oleh papan-papan tripleks. Ada renovasi bagian depan musholla, yang dulunya adalah cafe layar.

“Pindah kemanakah mushollahnya”, tanya saya dalam hati. Mulut saya mulai manyun karena membayangkan musholla Mall Panakukang yang beberapa bulan lalu juga dipindahkan.  Yang mengecewakan, karena musholla MP dipindahkan dari dalam gedung yang ber-AC ke bagian samping luar gedung, dekat parkiran, dan tanpa AC. Untuk mencarinya, saya sampai harus bolak balik naik turun lantai 1 dan 2.

Kenapa MP jadi ikut-ikutan dengan mushollah di MTC yah?  Yang letaknya juga dekat parkiran dan panas. Bagaimana bisa khusyuk sholatnya?.

“Jangan-jangan mushollah MaRI pun dipindahkan keluar”, saya langsung menuduh. Karena sejak masuk parkiran tadi, saya melihat bagian depan bangunan mall sudah mulai direnovasi juga. Aaaah..payah. Padahal saya sudah berencana, selain sholat, juga mau merebahkan badan di musholla yang ber-AC.

Saya bertanya ke seorang petugas yang berdiri dekat eskalator turun. Dia menunjuk ke arah yang dulu. “Bukannya disitu sedang direnov?”, saya protes.

“Masih tetap di situ tempatnya, cuma harus lewat lorong samping”. Ooooh.

Baru saja menuju lorong samping, terbaca tulisan yang terbuat dari multiplek, “Masjid Babussalam”.  Masjid? Ada masjid dalam mall? Sungguh menakjubkan bagi saya. Meski mungkin mall-mall di kota lain sudah ada yang memiliki masjid dalam mall, tapi ini yang pertama di kotaku. Rupanya saya sudah lama tidak ke MaRI, hingga tidak tahu tentang ini.

Singkatnya, saya masuk melalui sebuah pintu yang terbuat dari kaca. Disambut oleh sebuah ruang tunggu, semacam lobby yang  luas & tenang. Di balik lobby, bisa ditemui ruang sholatnya. Sebuah masjid yang tergolong luas untuk ukuran mall. Rugi berapa pemilik mall dengan melepaskan space sebegini luasnya? Padahal space ini bisa saja disewakan untuk beberapa counter. Mungkinkah si pemilik lebih memburu keuntungan akhirat, yang tentunya lebih besar?

Tempat wudhunya sederhana namun amat bersih. Sebuah meja putih unik dengan beberapa Al-Qur’an di atasnya, bisa ditemui ketika memasuki area suci. Lapang, bersih, sejuk dan tenang. Sungguh ideal untuk bisa  sholat dengan khusyuk serta tidur-tiduran. Kok tiduran sih? Hehehe.

Advertisements

4 Comments (+add yours?)

  1. ant429
    Dec 01, 2012 @ 08:05:05

    Reviewnya bgus lengkap dengan foto…setau sy yg punya Mari kan pak Yusuf Kalla,,wajar klo dia lebih kejar akhirat dri pda untung… : )

    Reply

    • bungatongeng
      Dec 02, 2012 @ 03:11:45

      Yup, hampir lupa. Itu milik Pak Yusuf Kalla. Tapi yang lain pun bisa kejar akhirat drpd untung dunia, kan? jangan hanya beliau. atau karena pemilik mall yg lain adalah non muslim? terlepas muslim atau non muslim, harusnya mall yang lain memperhatikan pelayanan prima, khususnya kebutuhan pengunjung tuk beribadah.

      Reply

  2. dina rahmawati
    Feb 03, 2017 @ 07:34:02

    Bungaaa….lama tak bersua. Apa kabar, Bu?
    Masih sering ketemu dengan Evi, Titin? Salam ya.
    Semoga selalu sehat dan sukses ya, bu! Dina

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: