Komunitas Yang Ramah Kepada Ibu Pekerja

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedelapan.

Jika ada yang bertanya ke saya, komunitas yang bagaimanakah yang ideal menurut saya, maka akan saya jawab bahwa komunitas yang ramah kepada ibu pekerja.

Jika ada yang pernah membaca salah satu tulisan saya di blog ini, maka akan tahu bahwa saya adalah seorang ibu rumah tangga yang juga bekerja di luar rumah. Meski demikian, saya tanpa asisten di rumah. Jadi begitu pulang kantor, spontan saya harus menjalankan tugas rumah.

Beberapa teman saya yang ikut bergabung di komunitas, biasanya rajin ikut kopdar, diskusi, seminar, dan lain-lain. Sebagai seorang perempuan yang suka belajar dan berbagi, saya pun ingin seperti  mereka. Bahkan ada beberapa teman saya, malah aktif di partai. Untuk yang satu ini, saya amat tidak tertarik.

Saat ini, saya bergabung di tiga komunitas, dan menurut saya, ketiganya belum benar-benar ideal versi saya, karena belum ramah kepada ibu pekerja. Tapi lumayanlah, karena sudah agak-agak mendekati ideal.  Lalu seperti apa komunitas yang ramah kepada ibu pekerja, versi saya?

Punya Visi Yang Sama

Seperti halnya orang lain, saya pun berpendapat bahwa komunitas ideal adalah komunitas yang memiliki visi yang sama dengan visi saya. Saya bergabung di komunitas Lemina dan Penyala Makassar, dengan visi untuk ambil bagian mendukung anak-anak bangsa. Saya bergabung di komunitas IIDN, dengan visi supaya bisa belajar bagaimana menulis yang benar, bisa termotivasi menulis  dengan teratur dan belajar hal lain yang terkait dengan dunia ibu-ibu.

Kopdar Penyala Makassar. Untungnya di sore hari, di hari kerja

Mayoritas Kegiatan Bukan di Malam Hari

Selalu ada rasa bersalah ketika saya harus keluar malam lagi setelah seharian telah bekerja di luar. Kadang teman yang mengajak berkata “ajak suami dan anak-anak  juga kalau kegiatan malam”. Tapi anak-anak tentu saja tidak tertarik dengan kegiatan saya.

Saya kadang keluar malam hanya untuk acara keluarga saja, dimana suami dan anak-anak saya ikut serta.

Bagaimanapun juga, saya mewajibkan diri saya untuk pulang paling lambat di petang hari dan tidak mengikuti kegiatan lain di malam hari, kecuali untuk kondisi yang mendesak atau memang mengharuskan saya keluar malam. Malam hari adalah waktu buat keluarga bagi saya.

Karena itu, ketika saya memutuskan untuk bergabung dalam sebuah komunitas, maka saya akan cari tahu dulu, apakah mayoritas kegiatannya di malam hari atau tidak.

Tidak Merenggut Weekend

Salah satu indkator komunitas ramah ibu pekerja, versi saya, adalah tidak mengadakan kegiatan di weekend. Nah, ini yang sulit. Karena sebagian besar komunitas malah berkegiatan di weekend.

Untuk orang seperti saya, selain sebagai hari untuk keluarga, weekend jug amerupakan hari mencuci nasional dan hari kebersihan rumah, yang kuperingati di setiap minggu nya. Cukuplah Senin sampai Jumat di luar rumah.

Kadang ada yang bertanya, jika tidak di malam hari, tidak pula di weekend, lalu kapan komunitasnya berkegiatan?. Sambil nyengir sayapun menjawab “di jam istirahat makan siang atau di sore hari sepulang kerja, tapi maksimal sampai jam 6 saja yah”.

Advertisements

3 Comments (+add yours?)

  1. arthaamalia
    Jun 01, 2013 @ 18:30:24

    nahhh … poin terakhir tuh yang susah. masalahnya waktu senggang bagi pekerja adanya di week end. Sedangkan … hasrat ‘belajar’ di komunitas ataupun kopi darat juga ingin dilakukan di waktu itu, berbenturan dengan acara berkumpul bersama keluarga 🙂
    tapi saya suka deh uraiannya… Terlihat bahwa keluarga ialah nomor satu bagi Anda ^^

    tetap semangat ngeblog yaaa_
    Salam manis,
    Arga Litha

    Reply

  2. Shaela Mayasari
    Jun 02, 2013 @ 03:15:07

    Susah yah Mbak bagi waktunya. Karena biar bagaimanapun, keluarga tetaplah prioritas utama. Meski kenyataannya weekend paling sering dijadikan momen untuk bersua dengan komunitas..Tapi, tetap eksis terus mbak menggali potensinya.

    Reply

  3. Aisyah Prastiyo
    Jun 03, 2013 @ 01:04:24

    Senasib. sama-sama Ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah. dan weekend adalah hari mencuci nasional, dan berberes rumah dan menghabiskan quality time bersama anak-anak dan suami. Maka saya memilih komunitas online saja (lagipula di desa saya jarang ada komunitas ibu-ibu atau mungkin saya nggak gaul ya?), yang penting tetap bisa berbagi di jam kerja tanpa menggangu my weekend with family 😉

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: