Kartu Lebaran dari Anies Baswedan

Ada yang pernah berburu kartu lebaran di toko buku, saat bulan Ramadhan? Entah kapan terakhir kali saya mengirim ataupun menerima kartu ucapan ldul Fitri. Benda bernama perangko pun, rasanya sudah lama sekali tak membelinya. Pemandangan halaman kantor pos yang biasa dipadati penjual kaki lima yang jualan kartu ucapan beraneka desainpun, sudah tak pernah lagi kutemui.

Kala telpon genggam tidak lagi menjadi barang mewah, ucapan selamat Idul Fitri lebih banyak disampaikan melalui pesan singkat ataupun saling menelpon dengan kerabat dan sahabat.

Semakin murahnya berinternet, juga semakin membuat kartu lebaran bukan lagi pilihan untuk mengucapkan selamat Idul Fitri kepada siapapun. Cukup dengan pesan obrolan melalui aplikasi messenger BBM, Wahtsapp, Line, Facebook dan lain-lain, ucapan maaf lahir batin dapat terkirim dengan cepat.

Sebuah kartu ucapan Idul Fitri tiba di rumah, diantar oleh petugas Pos. Kartu dengan desain sampulnya bukan lukisan masjid, kaligrafi, bunga ataupun pemandangan alam, melainkan foto keluarga mas Anies Baswedan.

Setiap orang punya tokoh inspiratif, dan merupakan hal yang istimewa bagi saya, mendapat kartu lebaran dari tokoh inspiratif saya.

Perbedaan mencolok dari kartu lebaran ini dibanding kartu-kartu yang pernah saya terima adalah karena isinya terdiri atas 5 paragraf. Wow. Lumayan panjang untuk sebuah ucapan Idul Fitri.

Kartu Lebaran Anies Baswedan

Kartu Lebaran Anies Baswedan

Tak sekedar mengucapkan Selamat Idul Fitri

Tak sekedar mengucapkan Selamat Idul Fitri

 

Pertama kali bertemu beliau di Juni 2013. Saat itu, Beliau bukanlah seorang pejabat pemerintah, bukan pula seorang pengusaha kaya, namun mampu menggerakkan banyak orang untuk berbuat bagi negeri ini di bidang pendidikan. Selalu percaya jika sumberdaya terbesar negeri ini adalah rakyat Indonesia, beliau membuktikan bisa menggerakkan ribuan orang sebagai relawan tanpa harus menggunakan bantuan luar negeri.

 

Di salah satu acara bersama beliau

Di salah satu acara relawan bersama beliau

Sekarang, mas Anies, yang doyan pakai batik ini, memegang wewenang sebagai pejabat pemerintah dan saya acung jempol tuk kebijakan menjadikan UAN bukan sebagai penentu kelulusan, sehingga wajah-wajah cemas dari siswa SMP dan SMA pun sudah tak ada lagi. Hebatnya lagi, jika nilai UAN rendah, masih bisa mengulang ujian kembali.

Akhir-akhir ini, surat edaran beliau tentang larangan perpeloncoan dalam MOS menjadi issu hangat. Salut juga atas promosi mengantar anak di hari pertama sekolahnya, mas.

Kembali ke kartu lebaran beliau. Meski selama ini, jika bertemu beliau, saya mendengar ucapan-ucapan idealisme serta bagaimana kita bergerak tuk Indonesia, namun kartu yang berisi sekitar 200 atau 300 kata itu, sama sekali tidak membahas hal tersebut.

Saya ingin berbagi isi dari kartu lebaran mas Anies, yang saya terima di 1346H ini. Bagi yang sering membaca tulisan beliau di koran atau di fanpage atau mendengar pidato beliau, pasti mengenali bahwa kalimat-kalimatnya adalah ciri khas mas Anies banget.

Membaca isinya, laksana membaca sebuah surat dari seorang kerabat jauh yang sedang berkabar. Tokoh inspiratif berkabar ke saya melalui kartu lebaran. Ah, sampai menulis inipun, saya masih merasakan riangnya hati ini.

 

Assalamu alaikum Wr Wb

Ujung Ramadhan menjadi awal bagi jutaan keluarga memulai indahnya berkumpul kembali. Diikat rasa cinta sesaudara dalam pengakuan kerahiman orang tua. Kembali ke fitrah terasa sebagai panggilan kembali ke orang tua, kembali ke kampong halaman, kembali ke muasal. Sebuah tradisi Idul Fitri yang membuat nuansa umat Islam di Indoensia terasa hangat dan unik.

Alhamdulillah, kami sekeluarga dalam keadaan sehat walafiat. Akhir Ramadhan ini juga ditandai dengan mudiknya sulung kami, Mutiara Annisa (18 tahun), dari Denmark. Selama setahun dia mengikuti program pertukaran pelajar American Field Service (AFS), tinggal bersama keluarga angkat di Denmark dan bersekolah SMA di sana.

Adiknya, Mikail Azizi (15 tahun), sudah lebih jangkung beberapa sentimeter ketimbang ayahnya, dan setelah lebaran ini masuk SMA. Saat lulus SMP, Mikail mendapatkan penghargaan Student of the Year dalam Truthfulness. Di rumah, setahun ini dia jadi anak tertua, dan dengan gaya kalemnya membuat dia masih tetap menjadi penengah dan pengayom adik-adiknya. Kaisar Hakam (10 tahun) akan naik kelas 5 SD, dia makin gandrung sains dan suka sulap. Segala macam trik sulap, termasuk sulap kartu, dia pelajari dari internet, dan kalau ditanya rahasia kartunya, jawabnya selalu “ini bukan magik, ini matematik.” Ismail Hakim (6 tahun) akan masuk SD kelas 1. Dia semakin semangat dengan sepak bola. Bahkan saat diajak mencari SD, Ismail teguh dan yakin mau pilih sendiri SD-nya dengan satu kriteria, yaitu lapangan sepak bolanya harus besar.

Kegiatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di lingkungan kami dan pelatihan guru PAUD serta orangtua siswa makin sering dilaksanakan di rumah, dan itu menjadi salah satu kegiatan Fery. Dan, beberapa bulan terakhir ini kesibukan memang agak lebih insentif, karena itu mencari waktu luang bersama keluarga menjadi lebih menantang. Sesekali anak-anak diajak bepergian ke luar kota bila mereka sedang libur. Paling tidak supaya mereka juga merasakan betapa rayanya tanah air tempat mereka lahir.

Sebagaimana kebiasaan kami untuk berkabar setiap menjelang lebaran, itulah selintas kabar kami sekeluarga di tahun ini. Dan dengan datangnya Hari Raya Idul Fitri, izinkan kami sekeluarga menyampaikan ucapan permohonan maaf atas kata, tindak dan khilaf yang tidak berkenan di hati. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang diantarkan pada kemenangan oleh Ramadhan kita. Amin ya rabbal alamin.

Salam hangat,

Anies Baswedan dan Fery Farhati

Mutiara Annisa, Mikail Azizi, Kaisar Hakam, Ismail Hakim.

Advertisements

6 Comments (+add yours?)

  1. Inart
    Aug 11, 2015 @ 15:18:37

    membaca status kak Bunga di media sosial waktu meneria surat ini, serasa ikut senang juga. Apalagi mengetahui isinya yang sangat “hangat”, pasti siapapun yang menerimanya merasa sangat senang, bangga, dan haru jadi satu. Keren, kak. Kita sangat menginspirasi k.

    Reply

  2. Abby Onety
    Aug 12, 2015 @ 01:26:59

    Wah… keren sekali unga, lebih keren lagintuh foto yg berdampingan.

    Reply

  3. Mugniar
    Aug 12, 2015 @ 02:18:56

    Senangnya mendapat kartu lebaran yang personal isinya, ditujukan secara personal dari orang yang kita kagumi ya 🙂

    Reply

    • bungatongeng
      Aug 12, 2015 @ 03:25:11

      Benar Niar. senang bisa menerima kartu lebaran dari orang yang dikagumi. Siapapun yang pernah ngobrol langsung dengan beliau, pasti tahu bahwa beliau orang yang ramah dan hangat

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: