Laksana Dendam, Rindu Harus Terbalaskan

Judul tulisan adalah kebalikan dari judul buku yang pernah diposting oleh Kak Arniyati Saleh, seorang teman Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) yang jago merangkai kalimat puitis. Teringat bukunya karena saya sedang ingin memecahkan tabungan rindu saya pada IIDN, setelah setahun tak bersua. Ternyata membalas kerinduan tak semudah rencana. Meski sudah mengagendakannya jauh-jauh hari dengan menyiapkan diri tuk Hari Ibu 22 Desember 2018, sebagai hari ber-IIDN, tapi Allah menentukan lain.

Demi Rindu

Hujan bukan halangan, melainkan nikmat Allah. Mungkin DIA merencanakan Kopdar Akhir Tahun IIDN MAksssar dalam kondisi yang sejuk dan romantis. Bukankah hujan itu romantis, kata kak Arni kah? Saya lupa. Eh, kembali ke hujan dan kopdar kami. Momen hari ibu sudah pasti sengaja dipilih untuk kopdar. Sebagai buktinya tema pertemuan kami adalah Nge-Blog di Hari Ibu. Maka berangkatlah saya dengan membawa laptop dan tentengan hadiah bagi yang nulis di siang itu.

Estimasi akan menempuh 1 jam perjalanan menuju Education Hotel (Edotel) SMKN 6 Makassar dari arah Gowa. Biasanya cuma 30 menit tuk mencapai jalan A. Djemma. Saya mempertimbangkan macet. Di luar dugaan, kali ini hujan demikian derasnya dan macet lebih panjang dari biasanya. Undangan kopdar pukul 14.00 dan saya masih terjebak macet. Sekitar pukul 15.30an berhasil mencapai ujung selatan Jalan Pettarani. Bernafas lega. Sepanjang jalan tak henti chat via whatsapp dengan Abby, mengabarkan posisi.

Sudah mulai curiga saat melihat ada banyak polisi di sepanjang Hotel Claro hingga mulut A. Djemma. Benar saja, salah seorang memberi isyarat tak boleh berbelok menuju ke A. Djemma. Terpaksa lurus dan kembali menikmati kemacetan. Penasaran mengapa dilarang masuk ke A.Djemma. Apakah tuk mengurai kemacetan? Sebentar lagi pukul 16.00. Saya mulai putus asa. Berbalik pulang dan tak hadir atau menerobos kemacetan? Tapi ini tentang rindu. Maka otak saya segera memikirkan pilihan lain. Mobil diparkir di Masjid Telkom dan saya memanfaatkan aplikasi ojek online.

Saya tak usah bawa laptop ya, demikian isi pesan singkat saya kepada Abby, sekaligus isyarat bahwa saya takkan ngeblog sore itu. Tak mampu membayangkan naik ojek motor di bawah mantel, sambil membawa laptop 17 inchi beserta kantongan hadiah dan tas selempang.

15 menit menanti di bawah pohon. Tetesan hujan mulai menerpa kepala saya dari sela daunnya. Tak satupun ojek online motor yang menerima orderan saya. Baiklah, mari berpindah ke ojek mobil. Tetap tak ada yang terima. Tak mungkin jalan kaki di tengah hujan deras menuju tempat kopdar. Di tengah kegundahan, melintaslah bentor (becak motor). Spontan saya berlari kecil mengejar sambil teriak-teriak. Naik tanpa menawar.

Jangan kira saya bisa langsung ke lokasi dengan bentor, ya. Polisi sudah menghentikan semua kendaraan dari dua arah. Menurut bapak bentor, Presiden dan Wakilnya akan ke Hotel Claro. Rombongannya sudah dekat, jadi semua kendaraan harus menanti beliau lewat. Iringan orang nomor 1 negara ini lumayan panjang. Alhamdulillah bisa tiba di lokasi kopdar, beberapa menit sebelum pukul 17.00 wita. Telat 3 jam.

Tak banyak IIDNer, sebutan untuk anggota IIDN, yang hadir karena cuaca dan kondisi jalan yang tak memungkinkan. Ada yang harus putar balik pulang karena jalan ditutup. Ada pula yang masih terjebak macet. Jumlah yang sedikit bukanlah masalah. Bertemu dalam bingkai IIDN, sudah membuat bahagia.

Mengapa IIDN?

Komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis merupakan komunitas menulis pertama saya. Mengenal komunitas ini saat acara TEDx Makassar di tahun 2013 silam. Langsung jatuh cinta dan kemudian bertemu kembali dengan ketuanya saat itu, Erlina Ayu, saat Kelas Inspirasi pertama kali digelar di Makassar. Sejak itu, saya resmi bergabung dan berinteraksi dengan teman-teman sesama perempuan.

Sebenarnya kami belajar menulis lebih diarahkan ke media online, mengingat wadah ini sebenarnya lebih diharapkan merangkul para ibu rumah tangga. Sehingga anggota tak harus meninggalkan rumah atau sengaja menjadwalkan pertemuan rutin. Meski kenyataannya, tak hanya ibu rumah tangga yang bergabung dalam IIDN. Yang pasti, ini komunitas perempuan menulis. Apakah sebagai penulis di blog atau penulis buku.

Belajar teknik penulisan dan memperbaiki blog

Lima tahun bersama IIDN, sedikit banyak saya tahu berbagai diskusi dan cerita drama di baliknya. Kami berhasil lalui semuanya karena saling memahami sebagai perempuan.  Masalah harus diselesaikan, bukan dihindari. Mungkin itu yang menyebabkan kami masih langgeng berteman dalam komunitas yang saya cintai ini.

IIDN tempat saya belajar banyak tentang teknik menulis yang benar. Kebanyakan belajar online. Meski jujur, hingga kini saya belum benar-benar terasah menulis akibat kurang latihan (lalu teringat isi blog). Oh Tuhan.

Hadiah tenun sengkang dari Aminah Akil Silk

Pendukung Kopdar

Kepala Sekolah SMKN 6 berbaik hati meminjamkan ruang pertemuannya di Edukasi Hotel sebagai tempat berkegiatan. Sponsor lain adalah Kak Ida Sulawati, pemilik brand Aminah Akil Silk, IIDNer yang merupakan tempat saya belajar tentang tenun sengkang, sekaligus pendukung usaha kerajinan yang saya rintis. Beliau menitipkan banyak kain tenunnya, hingga semua yang hadir dapat satu lembar. Wah senangnya. Rindu terbayar dan dapat kain tenun pula.

Diskusi dan belajar merias bersama tim Sophie Paris

Sebelum saya tiba di kopdar, rupanya ada Inna dan Chiko dari Sophie Paris yang hadir tepat waktu untuk berbagi ilmu merias kepada anggota IIDN. Sayang sekali saya terlewat momen itu. Mereka harus segera berpindah ke tempat lain. Padahal sudah lama mau belajar melukis alis yang benar. Pernah sekali belajar dan tetap tak bisa. Selain berbagi ilmu, dua teman Sophie ini pun membawa beberapa produk Sophie Paris untuk dijadikan hadiah

Harapan ke Depan

Rencana awal tuk nge-blog di tempat tentang ibu tidak terlaksana, karena kopdar lambat dimulai akibat hujan dan kemacetan. Sebagai gantinya, para IIDNer belajar merapikan blog sekaligus mereview kembali blog masing-masing.

Semoga IIDN ke depan lebih maju dan bisa hadir di tengah-tengah para perempuan, khususnya ibu rumah tangga. Kami menyepakati untuk lebih sering bertemu di tahun 2019 dan saling berbagi ilmu tentang kepenulisan.

Advertisements

5 Comments (+add yours?)

  1. Abby Onety
    Jan 02, 2019 @ 09:55:33

    Hadir di kopdar akhir tahun IIDN Makassar, benar-benar sebuah perjuangan

    Reply

  2. Mugniar
    Jan 05, 2019 @ 21:10:03

    Aamiin. Semoga makin menjangkau para IRT.
    Mantap mentong temanku satu ini …. Tentang rindu, ah terharuku 😍

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: