Categories
Inspiration

Sarjana Komunitas

Foto: Kak Ifa

Ini hanyalah gelar candaan dari teman-teman di group line Gowa Menyala, sebuah gerakan dampingan literasi untuk anak sekolah dasar di Gowa. Ini gerakan yah, bukan komunitas, lho. Saat sedang mempersiapkan kegiatan, beberapa teman silih berganti menyebut nama Accul, yang jarang muncul di group, padahal sedang dibutuhkan kehadirannya. Teman-teman bisa memahami kesibukan Accul, yang saat ini sedang melanjutkan kuliah S2-nya. Apalagi beberapa teman yang aktif berisik di group, juga sedang dalam tahap penyusunan skripsi dan ujian akhir.

Seharian menunggu, muncullah Yani di group line dengan istilah barunya, Sarjana Komunitas. Jadi ceritanya begini,

Categories
Inspiration

Ini Baru Pilar Kebangsaan

Membaca dari hati

Menulis dari hati

Pasti akan diterima oleh setiap hati

Para blogger akan menulis dari hati

~Ma’ruf Cahyono~

Telunjuk mbak Rosy Pasaribu bergerak lincah di layar androidnya. Duduk se-meja dengannya, membuat saya belajar hal baru, yang sebenarnya bukan sesuatu yang baru bagi banyak orang.

“Biar saya tidak salah, saya buka saja Undang-undangnya, ya” demikian ia

Categories
Inspiration life style

Melukis Alis Tanpa Cukur di Wardah Beauty Class Ramadan

Cantik dari Hati

Ini adalah tulisan pertama saya yang mengulas tentang make up dan kecantikan. Tak percaya kalau kelak saya akan menuliskan tema ini, karena seperti kata beberapa teman, saya tergolong emak-emak tomboy yang berjuang tuk terlihat feminim.

Sempat kecewa karena harus ke Sulawesi Barat, padahal Wardah Community Gathering bersama Blogger MAM (Makkunrai Anging Mamiri) akan berlangsung di hari yang sama. Untungnya batal. Asyik. Jujur, motivasi terbesar saya ikut community gathering yang dikemas dalam bentuk beauty class ini adalah ingin belajar melukis alis.

Categories
Inspiration

Fotografi Syar’i

Foto terbaruku tuk Upload Kompakan
Foto terbaruku tuk Upload Kompakan

Jangan membayangkan akan menemukan foto perempuan-perempuan berhijab syar’i, yah. Fotografi Syar’i hanyalah istilah saya saja. Sebenarnya ini adalah kegiatan mengambil gambar oleh sekelompok orang yang menjadi follower dari sebuah akun instagram, Upload Kompakan.

Mengapa saya menyebutnya fotografi syar’i?

Categories
Inspiration Voluntary

Relawan?

Relawan Anak

“Bisakah seseorang berhenti menjadi relawan? Saya kira, tidak,” demikian tanya yang dilontarkan ke saya oleh seorang Relawan, Ica. Waktu itu, kami bertemu di workshop perencanaan program komunitas Sobat LemINA.

Ia memang sering menanyakan hal yang tak terduga dan kadang memaksa saya berfikir sejenak sebelum menjawab.
Riri, seorang teman, sesama relawan juga, bantu menjawab “Seperti halnya kesabaran, ada batasannya, begitupun dengan kerelawanan. Tapi bukankah menjadi relawan adalah panggilan jiwa?”

Sesungguhnya ada beberapa macam relawan yang saya ketahui. Mungkin yang dimaksud oleh teman saya ini, adalah relawan event.

Categories
Diary Inspiration

Mengapa Ada Hari Belanja Online Nasional?

harbolnas
Yang ber-sosial media, pasti pernah lihat iklan #1212sale. Tahukah anda, jika tanggal 10-12 Desember 2015 adalah Hari belanja online nasional (Harbolnas)? dan bukan kali pertama dilaksanakan. Harbolnas telah menjadi event tahunan sejak tahun 2012. Namun tahun ini, jumlah e-commerce yang bergabung sudah lebih dari 130. Jumlah yang tergolong besar untuk membuat kita bisa bebas memlilih diskon terbesar atau harga termurah.
Diskon di Harbolnas lumayan besar, semua toko menawarkan dari 50% hingga 90%, ditambah lagi promo diskon dari bank atau provider telekomunikasi.

Saya adalah salah seorang dari sekian banyak yang suka belanja online.

Categories
Diary Inspiration

Kartu Lebaran dari Anies Baswedan

Ada yang pernah berburu kartu lebaran di toko buku, saat bulan Ramadhan? Entah kapan terakhir kali saya mengirim ataupun menerima kartu ucapan ldul Fitri. Benda bernama perangko pun, rasanya sudah lama sekali tak membelinya. Pemandangan halaman kantor pos yang biasa dipadati penjual kaki lima yang jualan kartu ucapan beraneka desainpun, sudah tak pernah lagi kutemui.

Kala telpon genggam tidak lagi menjadi barang mewah, ucapan selamat Idul Fitri lebih banyak disampaikan melalui pesan singkat ataupun saling menelpon dengan kerabat dan sahabat.

Semakin murahnya berinternet, juga semakin membuat kartu lebaran bukan lagi pilihan untuk mengucapkan selamat Idul Fitri kepada siapapun. Cukup dengan pesan obrolan melalui aplikasi messenger BBM, Wahtsapp, Line, Facebook dan lain-lain, ucapan maaf lahir batin dapat terkirim dengan cepat.

Sebuah kartu ucapan Idul Fitri tiba di rumah, diantar oleh petugas Pos. Kartu dengan desain sampulnya bukan lukisan masjid, kaligrafi, bunga ataupun pemandangan alam, melainkan foto keluarga mas Anies Baswedan.

Categories
Inspiration Voluntary

9 Kab/Kota Di SulSel Tertular Virus KI

Setelah pelaksanaan pertama kali di Makassar pada tahun lalu, laksana virus, Kelas Inspirasi Makassar menular ke 8 Kab/Kota lainnya di Sulawesi Selatan, yakni Kabupaten Gowa, Takalar, Bantaeng, Pinrang, Pangkep, Palopo, Enrekang dan Maros.

Pada rapat pertama di Desember 2013, untuk pelaksanaan Kelas Inspirasi SulSel yang dilaksanakan di warung Pisang Nugget, sebenarnya ada beberapa teman merasa kurang yakin untuk melaksanakan Kelas Inspirasi dalam skala SulSel. “Baru 3 atau 4 kabupaten yang menyatakan siap melaksanakan, apa tidak aneh jika kita menyebut sebagai Kelas Inspirasi SulSel dengan jumlah sedikit seperti itu?” Demikian pertanyaan seorang relawan panitia yang hadir.

Pertanyaan itu kemudian dijawab dengan optimisme oleh teman-teman yang lain. Kami semua yakin bahwa Kelas Inspirasi selalu mengandung keajaiban dalam proses persiapannya. Rapat hari itupun memutuskan pelaksanaan Kelas Inspirasi untuk tahun ini, diberi nama Kelas Inspirasi Sulawesi Selatan.

Pertemuan berikutnya untuk sosialisasi dan penyusunan relawan panitia dilaksanakan 3 hari setelah rapat pertama. Rentang waktu tiga hari sebelum rapat tersebut, ternyata teman-teman telah menebarkan virus Inspirasi ke orang-orang, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Hasilnya, pada rapat akhri Desember 2013 di kantor BaKTI tersebut, telah ada 9 kab/kota yang menyatakan siap menyelenggarakan Kelas Inspirasi. Alhamdulillah, ketulusan itu menular hanya dalam 3 hari saja.

Di pagi hari 5 Maret 2014, sebanyak 551 orang Relawan Profesional secara serentak di 9 kab/kota SulSel menuju ke Sekolah-sekolah Dasar untuk mengajar di kelas. Mereka menemui ribuan anak-anak di ratusan kelas di SulSel. Mereka datang sebagai relawan, tanpa dilayani, membawa peralatan sendiri untuk mengajar, membawa makanan sendiri, tanpa uang transportasi, tanpa uang saku, bahkan tanpa sertifikat sekalipun.

Anak-anak itu terinspirasi oleh para profesional yang menjadi guru sehari mereka, Guru-guru terinspirasi dari para Profesional dan para Profesional pun terinspirasi oleh anak-anak yang mereka temui. Kita semua saling menginspirasi dan terinspirasi secara bersamaan.

Memindahkan Bilik Siaran ke SD~Kelas Inspirasi Bantaeng
Memindahkan Bilik Siaran ke SD~Kelas Inspirasi Bantaeng
Dari Gunung menjadi Bubuk Semen~Kelas Inspirasi Pangkep
Dari Gunung menjadi Bubuk Semen~Kelas Inspirasi Pangkep
Dokter Bedah Menginspirasi~Kelas Inspirasi Gowa
Dokter Bedah Menginspirasi~Kelas Inspirasi Gowa

Kelas Inspirasi memperkuat rasa percaya kita semua bahwa masih begitu banyak orang yang peduli kepada Pendidikan. Banyak orang yang peduli, banyak pula yang tergerak, namun tak semua bergerak untuk ambil bagian.

Berminat tuk bergabung. Ayo cek pendaftaran di Kota lain melalui www.kelasinspirasi.org

Langkah jadi Panutan, Ujar Jadi Pengetahuan, Pengalaman Jadi Inspirasi

Categories
Inspiration Voluntary

Briefing Kelas Inspirasi Gowa-Takalar

Kelas Inspirasi untuk pertama kali akan diselenggarakan di Kab. Gowa dan Takalar. Sejak awal penyiapan Kelas Inspirasi di Januari lalu, teman-teman Relawan Panitia selalu optimis bisa mengajak para profesional untuk cuti sehari dan hadir di Sekolah-sekolah Dasar untuk bercerita tentang profesi mereka, guna menginspirasi anak-anak bercita-cita tinggi.

Kami percaya bahwa masih begitu banyak orang-orang yang peduli pada pendidikan Indonesia. Harapannya, anak-anak dapat terinspirasi dari cerita para Profesional yang turun langsung ke Sekolah-sekolah Dasar tersebut dan para Profesional pun dapat melihat langsung kondisi pendidikan dasar kita dan merasakan bagaimana menjadi guru sehari.

Hingga penutupan pendaftaran, tercatat sebanyak 67 orang relawan profesional, 12 orang relawan fotografer dan 4 orang relawan videografer yang mendaftar untuk kabupaten Gowa melalui website Kelas Inspirasi. Hasil seleksi kemudian meloloskan 64 orang Relawan Pengajar, 12 Fotografer dan 4 Videografer.

Hari Inspirasi jatuh pada 5 Maret 2014, serentak di 9 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Untuk Gowa sendiri, akan diselenggarakan pada 10 Sekolah Dasar dan untuk Takalar di 5 Sekolah Dasar Kab. Takalar.

Guna persiapan hari inspirasi tersebut, kami menyelenggarakan Briefing Kelas Inspirasi pada tgl. 1 Maret 2014 . Seluruh Relawan diundang untuk menyiapkan Hari Inspirasi melalui briefing ini. Briefing ini bertujuan agar semua Relawan kembali diingatkan tentang nilai-nilai dasar yang kita jalankan dalam Kelas Inspirasi, pembagian penempatan tim pengajar berdasarkan sekolah dan diskusi menyusun rencana mengajar bersama dalam tim.

Briefing Relawan Pengajar & Dokumenter
Briefing Relawan Pengajar & Dokumenter

Lokasi briefing kami di Aula PKG SDN Limbung Puteri. Aula baru yang belum diresmikan ini, cukup luas untuk menampung semua Relawan yang hadir dari Gowa dan Takalar. Pemilihan tempat ini setelah mempertimbangkan jumlah orang yang akan hadir dan karena berada di tengah-tengah, antara Gowa dan Takalar.

Ibu Kepala SDN Limbung Puteri, sempat khawatir dan merasa serba salah ketika menyadari aula hanya dilengkapi dengan dua buah kipas angin saja. Seorang Relawan Panitia kemudian membisikkan kepada beliau bahwa para Relawan Profesional dan Dokumenter yang hadir, adalah orang-orang yang sudah terbiasa duduk dalam ruangan ber-AC. Saatnya mengajak mereka merasakan langsung ruangan yang digunakan oleh guru-guru Sekolah Dasar untuk berdiskusi merencanakan pembelajaran bagi tunas-tunas bangsa.

Pukul 09.00 wita tepat, Briefing dimulai dengan menyanyikan bersama Lagu Indonesia Raya.  Sungguh sebuah momen yang langka dan mengharukan, berdiri diantara lebih dari Seratus Relawan dari berbagai profesi, di dalam sebuah ruangan, menyanyikan Lagu Kebangsaan.

Mendidik adalah tugas orang terdidik. Para profesional yang merupakan orang-orang terdidik, nampak sangat antusias menyaksikan video pelaksanaan Kelas Inspirasi di daerah lain, yang diputar saat briefing. Video-video tersebut menggambarkan bahwa tak susah untuk ambil bagian pada pendidikan. Kita semua bisa menginspirasi anak-anak dengan bercerita tentang profesi dan mendorong mereka untuk mandiri, jujur, disiplin dan bekerja keras penuh semangat untuk menggapai cita-cita.

Relawan Panitia Kelas Inspirasi Gowa-Takalar
Relawan Panitia Kelas Inspirasi Gowa-Takalar

Hal yang menarik dari pelaksanaan Briefing Kelas Inspirasi ini adalah ketika beberapa orang Dokter Gigi datang ke lokasi briefing dan meminta didafftar sebagai Relawan Pengajar. Meski pendaftaran telah ditutup, tim pengajar telah disusun dan briefing sedang berlangsung, kami menyambut niat baik dan tulus mereka dengan mempersilahkan untuk registrasi dan ikut dalam diskusi kelompok.

Briefing ditutup pada pukul 12.00 siang,  setelah semua lesson plan dan jadwal observasi ditetapkan oleh masing-masing Tim sekolah.

Selamat menginspirasi rekan-rekan Relawan. Anak-anak di sekolah telah menanti para guru sehari mereka.

Think Big, Start Small, Act Now. Salam Inspirasi!

Categories
Diary Inspiration

Bukan Guru Tersayang

Karena sudah niatan akan mengunjungi seorang guru di tgl.25 Nopember, saya iseng melempar sebuah pertanyaan di group FB sekolah. Siapakah Guru yang Paling Berkesan saat masih sekolah?. Semua mengomentari, tetapi sudah dengan kriteria berbeda. Ada yang menyebut guru yang tersayang, guru yang paling berkesan baginya, bahkan ada yang menyebutkan guru yang paling menjengkelkan. Lucunya, teman-teman tidak sekedar menyebutkan nama-nama guruberdasarkan kriteria tersebut, tetapi lengkap dengan alasan panjang lebarnya.

Membaca komentar-komentar mereka di postingan pertanyaanku, seolah baru saja melewati sebuah lorong waktu menuju ke 20 tahun lalu, saat masih duduk di bangku SMA.  Teman-teman yang telat membaca postingan itupun, tak mau kalah, mereka laksana saling pamer guru kesayangan dan cerita dibalik pemberian gelar kesayangan tersebut.

Sesuai rencana awal, saya pun memilih siapa guru yang paling banyak disebutkan oleh teman-teman. Pak Dahlan, itu nama guru kami, yang paling sering disebut di deretan komentar-komentar pada postingan itu. Tapi jangan salah, nama beliau bukan disebut sebagai guru kesayangan, melainkan sebagai guru yang menjengkelkan dan paling banyak meninggalkan kesan karena selalu terkait dengan tingkah nakal kami saat sekolah dulu.

Tak semudah yang saya bayangkan untuk mengajak teman beramai-ramai ke rumah beliau. Sebagian besar teman-teman di FB menyatakan bahwa mereka tidak di Makassar lagi, ada pula yang masih sibuk hingga malam di kantor. Ya, kami semua telah bertebaran dimana-mana.

Seorang adik kelas saya dulu, Radhy, kadang masih berkomunikasi dengan Pak Dahlan hingga sekarang. “Beliau masih tinggal di rumah yang dulu, kanda. Saya punya nomor HP beliau. Ayo kita kunjungi sepulang dari kantor”, ajakan Radhy membuat saya kegirangan.

Pukul 17.15 saya dan Radhy akhirnya bisa menginjakkan kaki di rumah beliau. Senyum khas itu telah menanti kami di teras rumah. Ternyata Beliaupun baru saja pulang dari mengajar. Rupanya Pak Dahlan tidak mengajar lagi di sekolah kami ini, tetapi telah menjadi Pembantu Dekan III di Fak. Adab Universitas Islam Negeri Makassar.

Belum lagi kami duduk, saya sudah terharu saat berjabat tangan dengan beliau, “Andi Bunga, yah?”. Senangnya , Bapak masih mengenal saya setelah 20 tahun. Pasti beliau masih kenal saya, karena saya siswa yang lumayan banyak pelanggaran saat sekolah, batin saya. Ah, tidak juga, saya kan siswa berprestasi saat SMA dulu, Pak Dahlan saja yang terlalu kreatif mencari ide untuk mengomeli saya.

Bapak terlihat sehat, wajahnya masih berseri-seri dan tubuhnya masih tegap. Tapi pak Dahlan, masih tetap saja pak Dahlan yang dulu. Membuka obrolan, beliau sudah mulai dengan untaian kalimat mutiara penuh nasehat. Duh, bapak kan bukan guru BP lagi, sudah jadi dosen sekarang.

Ternyata, kami didahului oleh teman-teman yang tidak bisa hadir ke rumah beliau. Beliau menginformasikan bahwa sejak pagi, beliau tiba-tiba menerima banyak SMS ucapan selamat hari guru dari siswa-siswa yang dia sudah lupa seperti apa wajahnya.20131125_180745-1

Ceritapun mengalir dari kami bertiga. Saya tak pernah bisa menahan tawa saat beliau menceritakan bagaimana beliau menyusun skenario tiap saat akan mengomeli kami di sekolah dulu. “Saya kadang merasa bersalah, jika bereaksi keras dengan kalian. Sebenarnya itu bentuk kekecewaan saya, karena saya punya harapan yang tinggi kepada kalian”, beliau berkata masih dengan tekanan yang sama di 20 tahun lalu.

Bagai memutar sebuah film lama, Pak dahlan mengenang kembali kisah lama bersama kami sambil senyum-senyum. Tentang siapa-siapa yang sering dihukum di ruang BP, siapa yang paling sering nongkrong di kantin, siapa yang cara berpakaiannya tak pernah beres, hingga siapa yang paling sering kedapatan pacaran di jam sekolah.

“Stop Bapak! cukup mengenang teman-teman yang lain saja, jangan tentang saya yah”, harap saya dalam hati. Saya dulu pernah kena tegur karena potongan rambut yang terlalu pendek untuk seorang perempuan, menurut bapak. Pernah juga kena tegur karena sepayung berdua dengan kakak kelas laki-laki saat hujan. Yaah bapak, waktu itu kan kakak kelas yang numpang di payung saya. Saya kan takut menolak. Saya mengklarifikasi ke beliau setelah 20 tahun. Lagi-lagi, pak Dahlan tetap saja pak Dahlan yang dulu. Masih saja beliau merespon dengan berkata “ah masak?’.

Kisah pertemuan kami dengan Pak Dahlan, diposting oleh Radhy di group FB. Semuanya kemudian berkomentar menanyakan hal yang sama. Salam saya disampaikan, kan? Bapak cerita apa tentang saya?. Yang bertanya begitu, biasanya teman-teman yang paling sering diomeli saat sekolah.

Malam ini, group FB sekolah yang biasanya sepi oleh postingan dan komentar, berubah ramai hingga menjelang tengah malam. Kami bernostalgia dengan berbagi cerita tentang kisah kami bersama beliau saat di sekolah. Bahkan kakak-kakak kelas saya yang lulusan 1984 pun ikut nimbrung bercerita.

Apapun cerita di sekolah dulu, kami yang kini sudah menjadi orang, adalah hasil karya dari guru-guru kami. Terlepas, apakah beliau guru kesayangan atau guru yang paling menjengkelkan.